Denpasar, Jurnalekbis.com – Sebuah mobil yang diduga hilang kendali menabrak warung makan ayam geprek di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, Bali, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Insiden itu menyebabkan enam sepeda motor yang terparkir rusak, dua karyawan warung mengalami luka bakar akibat tersiram minyak goreng panas, dan seorang pembeli menjadi korban tabrakan dari belakang.
Korban luka bakar langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Wangaya, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Mobil jenis Daihatsu bernomor polisi DK 1926 ADU yang dikemudikan Eko Dwi Adi Saputro melaju dari arah selatan sebelum akhirnya kehilangan kendali. Kendaraan lebih dahulu menghantam enam sepeda motor yang sedang terparkir di depan warung, kemudian menabrak rombong ayam geprek hingga menimbulkan kepanikan.
Benturan keras membuat minyak goreng yang sedang digunakan untuk memasak tumpah dan mengenai dua karyawan. Salah satu korban mengalami luka bakar di bagian punggung, sementara korban lainnya mengalami luka bakar pada bagian kaki.
Selain itu, seorang pembeli bernama Eko Budi Nugroho ikut menjadi korban setelah tertabrak dari belakang ketika sedang menunggu pesanannya. Meski selamat, ia mengaku mengalami nyeri akibat benturan.
“Saya kaget. Awalnya saya pulang kerja lalu mampir beli makan di sini. Tiba-tiba mobil datang dari arah selatan dan langsung menabrak tanpa ada peringatan. Posisi saya berada di samping rombong ayam geprek sambil menunggu pesanan. Selain kendaraan saya, ada enam sepeda motor yang ditabrak sebelum mobil menghantam warung. Akibat tertabrak dari belakang saya masih merasa nyeri,” ujar Eko.
Pemilik warung ayam geprek, Agus Umbara, mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian. Namun, kedua karyawannya menjadi korban ketika sedang melayani pelanggan.
“Saat itu ada dua orang karyawan saya sedang melayani satu pembeli. Tiba-tiba mobil lepas kendali dari arah selatan, menabrak enam sepeda motor lalu menghantam warung. Dua karyawan saya menjadi korban. Satu mengalami luka bakar di punggung karena tersiram minyak panas, sedangkan satu lagi luka bakar di bagian kaki. Salah satu korban masih menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Agus.
Ia memperkirakan total kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai sekitar Rp25 juta. Kerusakan meliputi rombong usaha, perlengkapan memasak, serta kendaraan yang berada di lokasi.
Menurut Agus, pengemudi sempat menyampaikan penyebab kecelakaan sesaat setelah kejadian.
“Pengemudi mengaku sedang hilang fokus karena memperbaiki posisi spion. Saat itu kendaraan tiba-tiba mengarah ke kiri hingga akhirnya menabrak warung,” ujarnya.
Petugas kepolisian dari Polresta Denpasar yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Polisi juga mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat banyaknya warga yang berkumpul menyaksikan proses evakuasi.
Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa pengemudi dan sejumlah saksi di lokasi. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap pengendara agar tetap berkonsentrasi penuh saat mengemudi. Gangguan kecil di dalam kendaraan dapat berujung pada kecelakaan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.














