PAPDESI Dukung Beasiswa Pemuda Desa, Kades Diminta Bukan Penerima

PAPDESI Dukung Beasiswa Pemuda Desa, Kades Diminta Bukan Penerima

Jakarta, Jurnalekbis.com – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Aparat Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menyatakan dukungan penuh terhadap Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia. Organisasi aparatur desa itu menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan desa di masa depan.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAPDESI yang juga Ketua DPD PAPDESI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sahril, S.H. Menurutnya, pembangunan desa tidak lagi cukup bertumpu pada pembangunan fisik semata, tetapi harus diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun desa dan bangsa. Ketika pemuda desa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, sesungguhnya kita sedang menyiapkan generasi yang akan menjadi pemimpin, inovator, wirausahawan, dan penggerak pembangunan desa di masa depan,” ujar Sahril dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia dirancang untuk memberikan kesempatan kepada pemuda desa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan berkomitmen kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga :  Kemendikbudristek Merilis Dua Fitur Baru dalam Platform Merdeka Mengajar

Dalam kesempatan itu, PAPDESI juga meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai sasaran penerima program. Organisasi tersebut menegaskan bahwa beasiswa tidak diperuntukkan bagi kepala desa maupun perangkat desa.

Sebaliknya, pemerintah desa diminta mengambil peran sebagai penghubung informasi dan pendamping bagi calon penerima agar program benar-benar menjangkau generasi muda yang membutuhkan.

“Program ini bukan diperuntukkan bagi Kepala Desa maupun Perangkat Desa. Sasaran utamanya adalah pemuda desa. Pemerintah desa diharapkan memastikan informasi tersampaikan kepada masyarakat, membantu proses administrasi, serta memberikan rekomendasi kepada calon yang memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Menurut Sahril, keberhasilan pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh kemajuan desa. Karena itu, investasi pada pendidikan generasi muda diyakini akan menghasilkan dampak jangka panjang terhadap peningkatan ekonomi desa, kualitas pelayanan publik, lahirnya inovasi lokal, hingga meningkatnya kemandirian masyarakat.

PAPDESI juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Universitas Siber Asia (UNSIA) yang menggagas program tersebut. Kehadiran beasiswa dinilai membuka peluang lebih luas bagi pemuda desa untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa terbebani keterbatasan ekonomi.

Baca Juga :  PLN NTB Rayakan Hari Anak Sedunia dengan Digitalisasi Perpustakaan dan Sekolah Alam

Selain mendukung pelaksanaan program, PAPDESI berharap pemerintah terus memperluas cakupan beasiswa pada tahun-tahun berikutnya, termasuk menghadirkan program peningkatan kompetensi bagi aparatur pemerintah desa.

“Kami berharap pada masa mendatang tersedia program beasiswa maupun peningkatan kapasitas bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa. Penguatan kompetensi aparatur akan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Sebagai organisasi yang menaungi aparatur pemerintah desa di berbagai daerah, PAPDESI menyatakan siap berperan aktif menyosialisasikan program, berkoordinasi dengan pemerintah desa, hingga memberikan pendampingan agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemuda desa di seluruh Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Sahril mengajak generasi muda desa memanfaatkan peluang tersebut sebagai jalan meningkatkan kapasitas diri sekaligus membangun kampung halaman.

Baca Juga :  Meski Tak Jadi Dihadiri Mahfud, Kuliah Umum di Uiqhba Tetap Berjalan Khidmat

“Jangan pernah merasa bahwa berasal dari desa adalah keterbatasan. Justru dari desa lahir banyak tokoh besar bangsa. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkarya, dan kembali membangun desa. Ketika pemuda desa maju, desa akan semakin kuat. Ketika desa semakin kuat, Indonesia akan semakin maju,” tutupnya.

Melalui dukungan tersebut, PAPDESI berharap Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam mencetak generasi muda desa yang berpendidikan, berkarakter, dan siap meningkatkan daya saing Indonesia dari tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *