Teluk Ekas Disulap Jadi Kampung Nelayan Modern, 50 Kapal hingga Cold Storage Disiapkan

Teluk Ekas Disulap Jadi Kampung Nelayan Modern, 50 Kapal hingga Cold Storage Disiapkan

Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Teluk Ekas di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, memasuki babak baru. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai membangun ekosistem perikanan terpadu yang tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga memperkuat akses pembiayaan, pemasaran hasil tangkapan, hingga kelembagaan ekonomi nelayan. Program ini digadang-gadang menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin ke kawasan Teluk Ekas, Jumat (31/7).

Kunjungan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan persoalan yang selama ini dihadapi nelayan bukan hanya terbatas pada hasil tangkapan, tetapi juga lemahnya posisi tawar saat menjual ikan. Kondisi tersebut membuat banyak nelayan bergantung kepada tengkulak sehingga keuntungan yang diterima relatif kecil.

“Selama ini salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan adalah rendahnya posisi tawar dalam menjual hasil tangkapan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menghadirkan solusi agar nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik sekaligus terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak,” kata Iqbal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah membangun berbagai fasilitas penunjang usaha perikanan. Infrastruktur yang disiapkan meliputi pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel perahu, kios usaha, serta koperasi nelayan yang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga :  NTB Raih Kinerja Gemilang! Penerimaan Pajak Tumbuh 19,64%

Keberadaan pabrik es dan fasilitas penyimpanan berpendingin diharapkan mampu mengubah pola pemasaran hasil tangkapan. Selama ini nelayan kerap menjual ikan sesaat setelah kembali melaut karena keterbatasan tempat penyimpanan. Akibatnya, harga jual sering kali rendah ketika pasokan melimpah.

Dengan fasilitas penyimpanan tersebut, hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama hingga harga pasar dinilai lebih menguntungkan. Skema ini diyakini akan meningkatkan nilai jual ikan sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi nelayan.

Selain membangun infrastruktur fisik, pemerintah juga memperkuat kelembagaan ekonomi melalui pembentukan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi ini dirancang menjadi pusat pembelian hasil tangkapan dengan harga yang lebih layak sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.

Pemerintah menargetkan koperasi mulai beroperasi secara optimal pada September mendatang. Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan nelayan terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini menjadi salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan masyarakat pesisir.

Untuk mendukung penguatan modal usaha, pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank NTB Syariah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. Skema pembiayaan tersebut diharapkan memberi akses modal yang lebih mudah sehingga nelayan dapat mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pinjaman yang tinggi.

Peran koperasi juga diperluas sebagai pusat distribusi berbagai program pemerintah. Penyaluran bantuan sosial, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga kebutuhan masyarakat lainnya akan dilakukan melalui koperasi agar proses distribusi menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan.

Baca Juga :  ITDC Tutup Berkah Ramadhan Seru 2024 dengan Berbagi Kebaikan

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap operasional nelayan dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mempermudah akses bahan bakar bersubsidi sehingga biaya operasional melaut dapat ditekan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyiapkan bantuan sebanyak 50 unit kapal berkapasitas 5 hingga 10 Gross Tonnage (GT). Armada tersebut akan dikelola melalui koperasi sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara lebih terorganisir dan memberikan manfaat bagi lebih banyak nelayan.

Menurut Gubernur Iqbal, keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, sektor perbankan, hingga masyarakat.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadikan Teluk Ekas sebagai model pemberdayaan ekonomi nelayan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Yanto, menyebut pembangunan yang telah dimulai memberikan optimisme baru bagi masyarakat nelayan. Salah satu fasilitas yang telah selesai adalah tambatan perahu yang kini mempermudah aktivitas sandar kapal.

Menurut Yanto, pemerintah juga berencana menambah panjang dermaga sehingga kapasitas pelayanan kapal dapat meningkat seiring berkembangnya aktivitas perikanan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Final Race MXGP Selaparang - Lombok, Hadirkan "The Spirit of A Culture

Ia mengapresiasi rencana bantuan 50 unit kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang nantinya dikelola melalui koperasi nelayan. Skema tersebut dinilai mampu menciptakan tata kelola yang lebih baik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi karena kami percaya, jika koperasi berkembang maka desa juga akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat,” kata Yanto.

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Teluk Ekas menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam membangun sektor perikanan. Fokus tidak lagi hanya pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang lebih efisien melalui penguatan infrastruktur, akses pembiayaan, distribusi, hingga kelembagaan.

Apabila seluruh fasilitas dan program berjalan sesuai target, Teluk Ekas berpeluang menjadi contoh pengembangan kawasan perikanan modern yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *