Lombok Tengah, Jurnalekbius.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah sepakat memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan pengembangan ekosistem industri agromaritim. Sinergi ini akan berfokus pada komoditas unggulan seperti sarang burung walet, tepung tapioka, dan kerajinan ketak.
Kesepakatan ini terjalin dalam audiensi antara Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., dan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., di Ruang Rapat Bupati Lombok Tengah. Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan Sentra Industri yang telah dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., menyambut baik kolaborasi ini, menegaskan bahwa Lombok Tengah siap menjadi lumbung pangan nasional. “Perjuangan ini adalah kerja bersama. Kita berikan pelayanan terbaik demi kemaslahatan masyarakat Lombok Tengah. Dengan lebih dari 50 ribu hektar lahan basah, Loteng harus menjadi penyangga pangan nasional,” tegas Bupati.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan visi besar NTB Makmur Mendunia. “Kami akan menindaklanjuti bersama OPD terkait agar kolaborasi ini berjalan optimal,” tambahnya.
Kadis Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., menekankan bahwa program agromaritim adalah prioritas utama Gubernur NTB. Ia berharap Pemkab Lombok Tengah dapat mendukung penuh pengoperasian Sentra Walet dan Sentra Tepung Tapioka yang memiliki potensi ekonomi dan ekspor yang tinggi.
“Kami mohon arahan Bapak Bupati agar dua sentra ini bisa segera beroperasi, sebagai langkah awal, kami akan mendampingi pengelola sentra agar sumber daya manusia (SDM) siap menjalankannya,” ujar Nuryanti.
Nuryanti juga menambahkan bahwa sentra-sentra ini akan menjadi pusat pengembangan industri hilir, menciptakan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. “Kami berharap pembangunan industri agromaritim di Lombok Tengah dapat terintegrasi dari hulu ke hilir,” katanya.
Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci dari kedua belah pihak, termasuk Kepala Bappeda, Kadis Koperindag, dan Kepala Dinas Perikanan Lombok Tengah, diharapkan menjadi langkah awal yang konkret. Nuryanti mengungkapkan harapannya agar sinergi ini dapat diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di masa mendatang.
“Harapan kami, melalui rapat koordinasi dengan kepala daerah, nantinya dapat dituangkan dalam bentuk MoU untuk memperkuat sinergitas industri agromaritim ke depan,” jelas Nuryanti.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, dan para pemangku kepentingan terkait, industri berbasis komoditas unggulan di Lombok Tengah diharapkan dapat berkembang pesat, meningkatkan daya saing, dan membawa NTB semakin dekat pada visi “Makmur Mendunia.”













