Mori Hanafi Buka Suara Soal Riak Porprov NTB 2026

Mori Hanafi Buka Suara Soal Riak Porprov NTB 2026

Mataram, Jurnalekbis.com – Ketatnya persaingan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 memunculkan sejumlah dinamika di beberapa cabang olahraga. Menanggapi situasi tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi, meminta seluruh pihak tetap mengedepankan sportivitas dan menyikapi setiap persoalan melalui mekanisme yang telah diatur.

Menurut Mori, tensi tinggi merupakan konsekuensi yang sulit dihindari dalam ajang olahraga multievent yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di NTB. Karena itu, ia menilai munculnya perdebatan atau protes selama pertandingan merupakan bagian dari kompetisi, selama tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

“Kompetisi yang ketat pasti melahirkan tensi yang tinggi di lapangan. Terkait adanya dinamika saat pertandingan, kami melihatnya sebagai bukti gairah juara yang luar biasa dari masing-masing daerah. Tetapi, kami mengingatkan agar kita semua tetap menaruh rasa hormat dan sportivitas di atas segalanya,” ujar Mori Hanafi saat memantau jalannya pertandingan, Minggu (19/7).

Baca Juga :  Jelang MotoGP 2023, MGPA Gelar Pertemuan Dengan KEMENKO MARVES

Ia mengajak atlet, pelatih, official, hingga suporter untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi ketika menghadapi keputusan pertandingan yang dianggap merugikan. Menurutnya, menjaga suasana tetap kondusif jauh lebih penting dibanding memperpanjang polemik yang justru dapat mencederai nilai-nilai olahraga.

Mori menegaskan, panitia pelaksana bersama tim pengawas terus melakukan pemantauan di seluruh venue pertandingan. Setiap laporan maupun keberatan dari kontingen dipastikan diproses sesuai regulasi yang berlaku agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami memastikan setiap dinamika diselesaikan melalui mekanisme resmi. Semua pihak memiliki hak menyampaikan keberatan, tetapi penyelesaiannya harus mengikuti aturan pertandingan dan hukum olahraga yang berlaku,” katanya.

Langkah tersebut, lanjut Mori, menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk menjaga integritas Porprov XII NTB 2026. Penyelenggara ingin memastikan seluruh atlet memperoleh kesempatan bertanding secara adil sehingga hasil kompetisi benar-benar ditentukan oleh kemampuan di lapangan.

Baca Juga :  PLN Jaga Listrik Tanpa Kedip di GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Evaluasi juga dilakukan secara berkala selama pelaksanaan Porprov. Masukan dari perangkat pertandingan, panitia teknis, maupun kontingen akan menjadi bahan perbaikan agar kualitas penyelenggaraan semakin baik hingga penutupan ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.

Bagi KONI NTB, Porprov bukan sekadar perebutan medali antardaerah. Ajang ini merupakan tahapan penting dalam pembinaan olahraga prestasi untuk menjaring atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Mori berharap seluruh peserta mampu menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana meningkatkan kualitas, mental bertanding, dan kedewasaan dalam berkompetisi. Ia menilai kemenangan akan memiliki makna lebih besar apabila diraih dengan menjunjung tinggi nilai fair play.

Di sisi lain, dukungan masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat. Suporter diharapkan memberikan semangat kepada atlet tanpa memicu gesekan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

Porprov XII NTB 2026 sendiri menjadi momentum strategis bagi pembinaan olahraga daerah. Hasil dari ajang ini akan menjadi salah satu dasar pemetaan atlet terbaik NTB yang diproyeksikan memperkuat kontingen provinsi pada berbagai kejuaraan nasional, termasuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB–NTT 2028.

Baca Juga :  Kapten Garuda Muda, Witan Sulaeman, Terluka dalam Pertandingan Menegangkan: Semangat Juang Tak Terkalahkan

Dengan kompetisi yang berlangsung ketat namun tetap menjunjung sportivitas, KONI NTB berharap Porprov tahun ini mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas sekaligus memperkuat budaya olahraga yang profesional, adil, dan berintegritas di Bumi Gora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *