Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – TK IT ZAYNA Lombok menutup pelaksanaan MAPELITA (Masa Pengenalan Lingkungan dan Tahap Adaptasi) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan capaian yang melampaui target penerimaan peserta didik baru. Sebanyak 62 siswa baru mengikuti program adaptasi selama enam hari yang digelar pada 13–18 Agustus 2026 di Mantil Nandus, Lombok Tengah.
Program tersebut menjadi langkah awal sekolah dalam membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar baru sekaligus membangun karakter sejak usia dini. Kegiatan diikuti seluruh siswa baru dengan pendampingan guru-guru TK IT ZAYNA Lombok.
Kepala TK IT ZAYNA Lombok, Zulqoidah, S.Pd, mengatakan masa pengenalan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas atau guru, tetapi menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak pada fase emas pertumbuhan.
“Usia dini adalah golden age. Di fase ini otak anak menyerap sekitar 80 persen stimulus. Lewat MAPELITA selama enam hari, kami tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dan menanamkan nilai melalui metode learning through playing serta pembiasaan. Harapannya, anak-anak datang ke sekolah dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki bekal adab,” ujarnya.
Pendekatan yang diterapkan dalam MAPELITA menggabungkan aspek psikologi perkembangan, neuroscience pendidikan, dan nilai-nilai Islam terpadu. Konsep tersebut dirancang agar proses transisi dari lingkungan rumah menuju sekolah berlangsung lebih nyaman sekaligus mendukung pembentukan karakter anak.
Selain menjadi masa adaptasi, program ini juga menandai peningkatan jumlah peserta didik di TK IT ZAYNA Lombok. Setelah sebelumnya melepas 54 lulusan ke jenjang sekolah dasar, sekolah berhasil menerima 62 murid baru. Sementara 36 siswa masih melanjutkan pendidikan di tingkat TK, sehingga total peserta didik pada tahun ajaran ini mencapai 98 anak.
Selama kegiatan berlangsung, proses pendampingan dilakukan oleh empat pendidik yang dikenal dengan sebutan “Bunda-Bunda Hebat”, yakni Bunda Cul, Bunda Dinum, Bunda Menip, dan Bunda Lasim. Mereka berperan mendampingi anak mengenal lingkungan sekolah, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas bermain dan belajar.
Hasil observasi awal yang dilakukan tim guru menunjukkan perkembangan positif pada tiga aspek utama. Pertama, kemampuan adaptasi meningkat yang ditandai berkurangnya rasa cemas dan tumbuhnya antusiasme mengikuti kegiatan belajar. Kedua, aspek kemandirian berkembang melalui kebiasaan sederhana seperti meletakkan tas di tempatnya, mencuci tangan, hingga merapikan mainan tanpa bantuan. Ketiga, kemampuan bersosialisasi juga mengalami peningkatan melalui interaksi yang lebih aktif dengan teman sebaya maupun guru.
Menurut Zulqoidah, perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan yang diterapkan mampu membantu anak menjalani masa transisi secara lebih nyaman.
“Alhamdulillah, enam hari ini penuh energi positif. Anak-anak sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari yang awalnya masih malu, kini mulai berani tampil, bertanya, dan beribadah bersama. Ini menjadi langkah awal untuk terus membentuk Generasi Qurani yang cerdas dan berakhlak,” katanya.
Dengan mengusung semangat “Ceria, Cerdas, Qur’ani, dan Berkarakter”, TK IT ZAYNA Lombok menargetkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak. Program MAPELITA diharapkan menjadi fondasi awal sebelum peserta didik memasuki proses pembelajaran selama satu tahun ajaran, sekaligus memperkuat kesiapan mental, sosial, dan emosional mereka dalam menjalani pendidikan.













