InJourney Airports Serahkan Kapal Patroli dan Perkuat Konservasi Bahari di Pantai Nipah Lombok Utara

InJourney Airports Serahkan Kapal Patroli dan Perkuat Konservasi Bahari di Pantai Nipah Lombok Utara

Lombok Utara, Jurnalekbis.com – InJourney Airports memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan pesisir melalui Program Konservasi Bahari di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara. Program tersebut diwujudkan dengan penyerahan satu unit kapal patroli pesisir, dukungan transplantasi terumbu karang, pengembangan sarana edukasi, hingga penguatan fasilitas konservasi penyu.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 tentang ekosistem laut sekaligus selaras dengan Asta Cita ke-8 pemerintah yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, alam, dan budaya.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Aidhil Philip Julian, menegaskan bahwa tanggung jawab InJourney Airports tidak berhenti pada pengelolaan bandara, tetapi juga mencakup upaya menjaga kelestarian lingkungan. “Kami tidak hanya mengurus bandara, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Program Konservasi Bahari ini merupakan implementasi komitmen kami dalam menyelaraskan pembangunan dengan pelestarian alam dan budaya,” ujar Aidhil.

Baca Juga :  BYD Scorpio X1 Resmi Diperkenalkan, Motor Listrik 10 kW Setara 150 cc

Menurutnya, kapal patroli yang diserahkan bukan hanya difungsikan untuk menjaga kawasan pesisir, tetapi juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta membuka peluang ekonomi melalui sektor wisata bahari.

Selain kapal patroli, InJourney Airports juga menyalurkan bantuan berupa program transplantasi terumbu karang, fasilitas edukasi lingkungan, perlengkapan operasional, serta mendukung rehabilitasi kawasan semi alami penyu.

Aidhil berharap seluruh bantuan tersebut mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa keindahan Lombok harus dijaga bersama. “Keindahan Lombok bukan hanya anugerah alam, tetapi juga bergantung pada tangan-tangan kita yang wajib melestarikannya,” katanya.

Regional CEO II PT Angkasa Pura Indonesia, Wahyudi, mengatakan program konservasi tersebut merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang telah diselaraskan dengan arah pembangunan nasional.

Ia mengungkapkan kapal senilai sekitar Rp100 juta itu diharapkan menjadi sarana penting dalam menjaga ekosistem laut, termasuk kawasan budidaya terumbu karang dan habitat penyu di Pantai Nipah.

Baca Juga :  Tim PT IMIP Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja di Pabrik PT ITSS

Sebelum penyerahan bantuan, jajaran manajemen sempat meninjau langsung kawasan laut di sekitar Pantai Nipah dan melihat besarnya potensi wisata bahari yang dimiliki wilayah tersebut. “Kami melihat potensi yang sangat besar. Mudah-mudahan bantuan kapal ini memberikan manfaat bagi lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, Pantai Nipah akan menjadi proyek percontohan (pilot project). Apabila hasilnya memberikan dampak positif, program serupa berpeluang diperluas ke kawasan konservasi lain di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Turtle Conservation Community (TCC) Nipah, Fikriludin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan InJourney Airports kepada kelompok konservasi yang dipimpinnya.

Ia memastikan seluruh bantuan akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan konservasi penyu dan menjaga ekosistem pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Amanah ini akan kami jaga dan manfaatkan, bukan hanya untuk kelompok konservasi, tetapi juga bagi lingkungan Pantai Nipah dan masyarakat sekitar,” ujar Fikriludin.

Baca Juga :  BI Gelar Karya Kreatif NTB 2025, UMKM Catat Omzet Rp450 Juta

Selain menerima kapal patroli, kelompok konservasi juga memperoleh dukungan program transplantasi terumbu karang beserta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Kolaborasi antara InJourney Airports, pemerintah, dan komunitas lokal ini diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan pesisir yang mampu menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *