LOMBOK BARAT, JURNALEKBIS.com — Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menunjukkan geliat signifikan dalam menyambut ajang balap dunia MotoGP Mandalika. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, menyebut tingkat hunian atau okupansi hotel di wilayahnya terus meningkat, bahkan sejumlah hotel besar telah mendekati kapasitas penuh jauh sebelum hari pelaksanaan.
Menurut Agus, salah satu indikator kuat datang dari Hotel Holiday Inn yang saat ini mencatatkan okupansi tinggi. Sementara itu, Hotel Merumatta dilaporkan telah hampir full booked, dengan sekitar 10 persen kamar sengaja disiapkan khusus untuk tamu VIP.
“Di Lombok Tengah saja sudah penuh, otomatis nanti larinya ke kita. Itu yang membuat kami optimistis,” ujarnya, Selasa (22/9).
Baca juga: Ketua KPU Lombok Barat Penuhi Pemeriksaan KPK, Serahkan Dokumen Hasil Pilkada 2024
Salah satu faktor utama peningkatan okupansi tahun ini, kata Agus, adalah bertambahnya akses transportasi laut melalui Pelabuhan Senggigi. Jika sebelumnya hanya tersedia tiga trip fast boat, kini jumlahnya melonjak menjadi 14 trip per hari.
Ia menjelaskan, berdasarkan validasi sejumlah General Manager (GM) hotel di kawasan Senggigi, sekitar 85 persen tamu yang menginap di kawasan tersebut baik di Sentra maupun Kerandanganberasal dari jalur fast boat, sementara hanya 15 persen yang datang melalui jalur udara.
“Satu fast boat itu kapasitasnya 150 sampai 200 orang. Kalau dikalikan 14 trip, sekitar 1.400 orang. Anggap saja 10 persen dari jumlah itu menginap, itu sudah 140 wisatawan asing,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa mayoritas penumpang merupakan wisatawan mancanegara.
Baca juga: Pertamina dan ITDC Gelar Nonton Bareng Sambut MotoGP Mandalika
Agus menegaskan, dari sisi akomodasi berbintang, kesiapan Lombok Barat sudah lebih dari cukup. Ia bahkan menyebut pihaknya tidak lagi menerapkan sistem ambang batas atas dan bawah tarif kamar dalam rapat koordinasi bersama Gubernur NTB, karena hotel-hotel di kawasan Senggigi dan Kuta telah penuh.
“Hotel di Senggigi dan Kuta sudah penuh, jadi ngapain pakai ambang atas. Logikanya sudah penuh,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui akomodasi kelas menengah seperti hotel bintang tiga perlu terus dikembangkan untuk mengimbangi permintaan yang terus bertambah.
Untuk mendukung geliat pariwisata jelang MotoGP, Dinas Pariwisata Lombok Barat merancang rangkaian atraksi budaya bertajuk Senggigi Sunset Show (SSS), digelar rutin setiap malam Minggu hingga Desember mendatang di sejumlah kecamatan, termasuk Narmada dan Lingsar.
Baca juga: Dugaan Pencabulan Viral, Wali Santri Berbondong-bondong Jemput Anak
Agus menjelaskan, program ini memiliki tiga tujuan utama: memberdayakan sanggar seni dan UMKM lokal, menghidupkan ekonomi kuliner masyarakat sekitar Senggigi, sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan asing untuk memperpanjang masa tinggal mereka.
“Banyak wisatawan, terutama dari Eropa dan Jerman, akhirnya menambah lama menginap karena tertarik dengan acara ini. Padahal awalnya mereka berencana pindah ke destinasi lain,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Agus menegaskan bahwa kesiapan Senggigi sebagai destinasi utama penyangga MotoGP telah memenuhi prinsip Sapta Pesona dengan konsep 3A: Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi.
“Akses sudah ada lewat fast boat dan jogging track. Amenitas seperti akomodasi dan fasilitas umum juga lengkap, tinggal pengelolaan sampah yang perlu ditingkatkan. Atraksi sudah kami siapkan lewat Senggigi Sunset Show. Ketiganya sudah lengkap di Senggigi,” pungkasnya.
Dengan kombinasi peningkatan akses transportasi, kesiapan akomodasi, serta rangkaian atraksi budaya, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis dapat memaksimalkan momentum MotoGP Mandalika sebagai penggerak utama perekonomian pariwisata daerah.












