MotoGP Mandalika 2026 Raup Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun, Lampaui Target

MotoGP Mandalika 2026 Raup Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun, Lampaui Target
Direktur Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka

Lombok Tengah – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatat dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun. Angka tersebut melampaui target awal Rp5 triliun yang dicanangkan pengelola kawasan dan penyelenggara ajang balap motor dunia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Operasi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka, mengungkapkan capaian tersebut berdasarkan perhitungan ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terhadap aktivitas ekonomi selama rangkaian penyelenggaraan Grand Prix (GP) 2026.

Menurut Troy, total kunjungan penonton mencapai sekitar 157.000 orang. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah turut mendorong perputaran ekonomi, mulai dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Total pengunjung 157.000 itu berdampak kepada ekonomi yang dilakukan oleh MGPA sebesar Rp5,2 triliun. Target yang kami canangkan adalah Rp5 triliun,” kata Troy.

Ia menjelaskan, optimisme mencapai target tersebut muncul setelah melihat capaian ekonomi penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,9 triliun. Selain itu, tingginya minat pembelian tiket Early Bird yang langsung habis dalam waktu satu minggu menjadi salah satu indikator positif.

Troy juga menilai kehadiran pembalap dunia seperti Dani Pedrosa dan Marc Marquez menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Bahkan, sejumlah penggemar yang sebelumnya tidak mengikuti balapan MotoGP akhirnya datang langsung ke Mandalika karena ingin menyaksikan kedua pembalap tersebut.

“Orang-orang yang tidak pernah menonton MotoGP akhirnya datang karena mau melihat Pedrosa dan Marquez,” ujarnya.

Popularitas pembalap Indonesia, yang disebut Troy sebagai Indonesia Heroes, juga ikut memperluas daya tarik ajang tersebut. Eksposur media terhadap pembalap nasional dinilai membantu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kompetisi balap motor, termasuk kelas Moto2 dan Moto3.

Dampak lainnya terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan asal Yogyakarta. Troy menyebut dukungan pemerintah daerah dan promosi terhadap pembalap asal daerah tersebut turut mendorong minat masyarakat untuk datang ke Mandalika.

Ia juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terhadap penyelenggaraan MotoGP. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan ajang internasional tersebut.

Dari sisi ketenagakerjaan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 melibatkan sekitar 3.900 tenaga kerja asal NTB. Jumlah tersebut meningkat 16,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, jumlah marshal lokal mencapai 437 orang. Hal menarik lainnya, terdapat 20 perempuan asal NTB yang terlibat sebagai marshal. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya sembilan orang.

“Ini membanggakan. Marshal kita sekarang sudah ada perempuan, dan mereka berasal dari NTB. Sebelumnya hanya sembilan orang, sekarang meningkat menjadi 20 orang,” kata Troy.

Meski demikian, angka dampak ekonomi Rp5,2 triliun tersebut masih akan mendapat pembanding dari hasil penghitungan Badan Pusat Statistik (BPS). Troy menyampaikan BPS telah melakukan pengumpulan data selama penyelenggaraan Grand Prix dan hasilnya dijadwalkan diumumkan pada pertengahan November 2026.

Hasil penghitungan BPS nantinya akan menjadi data pembanding untuk melihat dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika secara lebih terukur.

Capaian tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan manfaat MotoGP bagi masyarakat NTB. Sebab, keberhasilan sebuah ajang internasional tidak hanya diukur dari jumlah penonton dan besarnya perputaran uang, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan pelaku usaha lokal dan tenaga kerja daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *