Investor Spanyol Lirik Mandalika, Mini Sirkuit hingga Villa Mewah Dibangun

Investor Spanyol Lirik Mandalika, Mini Sirkuit hingga Villa Mewah Dibangun
Direktur Operasional ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka
Materi Iklan FINAL 2026

 Lombok Tengah- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai menarik perhatian investor Spanyol. Sejumlah proyek villa dan hotel resort baru disiapkan, seiring pengembangan fasilitas pariwisata dan olahraga otomotif di kawasan yang menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia tersebut.

Operasional ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika, Troy Reza Warokka, mengatakan investor Spanyol menunjukkan minat terhadap pengembangan properti di Mandalika. Sejumlah proyek tengah berjalan, termasuk vila yang menyasar wisatawan dan penggemar balap motor.

“Investor dari Spanyol sekarang cukup agresif masuk ke Mandalika. Akan ada beberapa villa baru ataupun resort hotel baru yang akan terbangun,” kata Troy dalam pemaparan perkembangan investasi kawasan Mandalika, Rabu (28/10).

Menurut Troy, hubungan Mandalika dengan ajang MotoGP ikut mendorong perhatian investor asing. Kehadiran pembalap dari Spanyol dan Italia dalam kompetisi internasional tersebut turut memperkuat daya tarik kawasan bagi pasar Eropa.

Salah satu properti yang disebut dalam pengembangan investasi adalah Akasaka, bangunan yang sebelumnya menjadi wisma karyawan ITDC dan kini dimiliki investor Spanyol. Selain itu, proyek Satori Villa dan Sidharta Villa juga masuk dalam daftar pengembangan yang sedang berjalan.

ITDC mencatat kunjungan wisatawan ke kawasan yang dikelolanya mencapai 1,21 juta, atau meningkat 26 persen berdasarkan data rekapitulasi perusahaan yang dipaparkan Troy. Namun, periode pembanding angka tersebut tidak dirinci dalam pemaparan.

Peningkatan kunjungan dan pengembangan fasilitas menjadi bagian dari upaya memperluas aktivitas ekonomi Mandalika di luar penyelenggaraan MotoGP.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah mini sirkuit seluas sekitar tiga hektare, lengkap dengan pit building. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kegiatan olahraga otomotif sekaligus membuka peluang penyelenggaraan sekolah balap.

Troy menjelaskan, target penyelesaian mini sirkuit sebelum gelaran MotoGP belum tercapai karena seluruh unit gokart yang didatangkan dari luar negeri belum tersedia.

Di sekitar kawasan tersebut, investor juga mengembangkan Bukit Miti Villa seluas sekitar dua hektare. Properti ini menawarkan pengalaman menikmati balapan dari area vila, termasuk bagi pengunjung yang ingin menyaksikan aktivitas sirkuit secara lebih dekat.

Selain proyek investor swasta, ITDC merencanakan pembangunan 18 unit sirkuit villa yang lokasinya berdekatan dengan lintasan Mandalika. Konsepnya menyasar penggemar otomotif yang ingin menikmati balapan langsung dari tempat menginap.

ITDC belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal pembangunan secara terperinci untuk proyek tersebut.

Pengembangan fasilitas hiburan juga masuk dalam agenda kawasan. Troy menyebut rencana pembangunan waterpark lagoon di depan Hotel Pullman, yang menurut pemaparan ditargetkan mulai dikerjakan pada Maret tahun berikutnya.

Sementara itu, proyek Jungle World dan hotel di kawasan Tanjung Aan masih membutuhkan proses lanjutan, termasuk pencarian operator hotel berstandar bintang lima ke atas.

Materi Iklan FINAL 2026

Menurut Troy, keterbatasan pilihan operator menjadi salah satu tantangan karena kawasan Tanjung Aan belum memiliki basis perhotelan yang berkembang seperti destinasi wisata mapan lainnya.

ITDC juga mengembangkan SADE Social Sport Club dengan tiga lapangan padel, satu lapangan basket, dan 38 kamar. Perusahaan sedang menjalankan proses seleksi general manager untuk mengelola fasilitas tersebut.

Troy mengatakan sejumlah proyek masih membutuhkan penyelesaian aspek teknis, seperti desain, ketersediaan air, listrik, dan perizinan. Karena itu, realisasi investasi tidak bisa berlangsung seketika.

“Yang penting Bapak komit untuk jalan bulan Desember, kita akan support proses lainnya,” ujar Troy.

Berbagai proyek tersebut diharapkan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Mandalika, mulai dari akomodasi, hiburan, hingga olahraga otomotif. Jika terealisasi sesuai rencana, pengembangan itu juga berpotensi meningkatkan kebutuhan tenaga kerja lokal.

Meski demikian, manfaat ekonomi bagi masyarakat akan bergantung pada realisasi pembangunan, operasional fasilitas, serta seberapa besar tenaga kerja dan pelaku usaha lokal terlibat dalam rantai bisnis pariwisata Mandalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *