Bisnis

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan Zero Down Time Listrik di Kantor Gubernur, PLN Pastikan Tanpa Kedip

×

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan Zero Down Time Listrik di Kantor Gubernur, PLN Pastikan Tanpa Kedip

Sebarkan artikel ini
NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan Zero Down Time Listrik di Kantor Gubernur, PLN Pastikan Tanpa Kedip

Mataram, Jurnalekbis.com  — Pemerintah Provinsi NTB bersama PT PLN (Persero) resmi mengimplementasikan Zero Down Time (ZDT) di kawasan Kantor Gubernur NTB. Dengan peresmian ini, NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem listrik tanpa kedip di pusat pemerintahan. Program tersebut digadang menjadi role model nasional untuk keandalan listrik di kantor pemerintahan daerah.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyebut kehadiran sistem Zero Down Time merupakan lompatan penting bagi NTB, mengingat meningkatnya jumlah event besar yang kini sering digelar di Kantor Gubernur. Ia menegaskan bahwa suplai listrik stabil bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan syarat utama penyelenggaraan berbagai agenda strategis.

“Ke depan, PLN di NTB kedip saja tidak boleh, apalagi mati. Karena kantor gubernur kini menjadi venue banyak event besar,” tegas Iqbal.

Baca Juga :  Antisipasi Permintaan Meningkat, Pertamina Kembali Tambah Pasokan LPG 3 kg di Pulau Sumbawa

Gubernur juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN yang disebut sebagai “pahlawan” dalam setiap kegiatan besar di NTB. Mulai dari event nasional hingga internasional, keandalan listrik dari PLN dinilai menjadi faktor penting keberhasilan penyelenggaraan acara.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal turut memaparkan agenda besar kerja sama regional Bali–NTB–NTT yang kini dikemas dalam Forum Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTT (KRBNN). Forum ini memiliki dua fokus utama: integrasi energi dan pengembangan rantai pasok, termasuk pembangunan Super Grid Bali–NTB–NTT untuk menciptakan kawasan dengan distribusi energi mandiri.

“Kami ingin ke depan Bali tidak lagi tergantung pada jaringan Jawa. Bali memakai energi hijau, dan NTB–NTT yang memproduksinya,” ujarnya.

Menurut Iqbal, NTB dan NTT memiliki cadangan raksasa energi terbarukan. Dari 77 bendungan di NTB, potensi floating solar panel saja dapat menghasilkan ratusan megawatt listrik hijau. Belum termasuk potensi PLTS darat, geothermal, hingga micro-hydro. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Singapura telah menyatakan kesiapan melakukan feasibility study pada 2026 untuk proyek energi hijau tersebut.

Baca Juga :  Penukaran Riyal Diserbu CJH di Mataram, Stok Capai Rp1 Miliar

Sementara itu, Komisaris Independen PLN Prof. Ali Masykur Musa menilai Zero Down Time bukan sekadar capaian teknis, melainkan juga memiliki makna spiritual.

“PLN tidak boleh berkedip, sebagaimana matahari tidak berkedip hingga hari kiamat,” katanya.
Ia menilai listrik merupakan kebutuhan dasar umat, dan pengelolaannya adalah bentuk pengabdian kepada rakyat. Ali juga memberikan apresiasi kepada petugas PLN di berbagai daerah yang sedang memulihkan jaringan pascabencana.

Dari sisi teknis, Direktur Distribusi PLN Asyadany Ghana Akmalaputri menjelaskan Kantor Gubernur NTB kini menjadi salah satu kawasan dengan tingkat keandalan tertinggi di Indonesia. Sistem kelistrikan kawasan itu didukung dua gardu induk, empat penyulang, proteksi berlapis, serta teknologi GPS-based changeover switch yang memastikan suplai listrik benar-benar tanpa kedip.

Baca Juga :  Media Visit ke PLTMH Santong, PLN Perkuat Sinergi dan Transisi Hijau

“Ini bukan hanya bebas padam, tapi bahkan tanpa kedip,” tegasnya.

Asyadany juga mengapresiasi keberadaan Integrated Control Center UP2B NTB, yang menggabungkan pusat kendali transmisi, distribusi, hingga pengawasan CCTV dalam satu gedung. Menurutnya, NTB menjadi pilot project nasional untuk integrasi pusat kendali sebelum direplikasi ke provinsi lain.

Dengan peluncuran Zero Down Time, NTB menempatkan diri sebagai daerah dengan inovasi kelistrikan paling maju di Indonesia. Penerapan sistem tanpa kedip ini diharapkan mendorong kegiatan pemerintahan, event nasional, serta percepatan transformasi energi hijau di kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *