Hukrim

Dua ABG Dipergoki Warga Berduaan di Tempat Gelap di Lingsar, Diselesaikan Lewat Pembinaan

×

Dua ABG Dipergoki Warga Berduaan di Tempat Gelap di Lingsar, Diselesaikan Lewat Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Dua ABG Dipergoki Warga Berduaan di Tempat Gelap di Lingsar, Diselesaikan Lewat Pembinaan

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Warga di salah satu desa di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sempat dihebohkan oleh penemuan dua anak di bawah umur yang berduaan di lokasi gelap pada Sabtu (7/3/2026) malam. Keduanya dipergoki warga sekitar pukul 21.00 Wita di area timur kantor desa.

Peristiwa itu langsung menarik perhatian warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Pasalnya, pasangan remaja tersebut diketahui masih berusia sangat muda. Warga kemudian mengamankan keduanya sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas Bhabinkamtibmas setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, warga sebenarnya sudah lama menaruh kecurigaan terhadap aktivitas kedua anak tersebut. Mereka beberapa kali terlihat berduaan pada malam hari di lokasi yang relatif sepi.

Beberapa warga bahkan sempat melakukan pengawasan secara tidak langsung. Namun, setiap kali dipantau, keduanya berhasil menghindar dari perhatian warga.

Baca Juga :  Beras SPHP Dioplos, Polda NTB Tangkap Pelaku di Lombok Barat

Hingga akhirnya pada Sabtu malam, kecurigaan warga terjawab. Saat melakukan pengecekan di sekitar lokasi yang biasa mereka datangi, warga mendapati keduanya sedang bermesraan di tempat yang minim penerangan.

“Kami memang sudah curiga sejak beberapa waktu lalu. Mereka sering terlihat di sekitar lokasi itu saat malam hari,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Setelah dipergoki, warga langsung mengamankan keduanya untuk menghindari potensi keributan. Selanjutnya, kedua anak tersebut dibawa dan diserahkan kepada Bhabinkamtibmas untuk dilakukan penanganan secara bijak.

Dari hasil pendataan, kedua anak tersebut diketahui berinisial Bunga (12) dan Kumbang (14) — bukan nama sebenarnya. Keduanya sama-sama berasal dari wilayah Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Proses penyelesaian kemudian dilakukan melalui pendekatan dialog yang melibatkan keluarga masing-masing pihak. Dalam pertemuan tersebut, kedua anak mengakui perbuatan mereka di hadapan orang tua.

Pihak keluarga akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan mengedepankan pembinaan. Kedua anak juga diminta membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.

Baca Juga :  Viral! Remaja di Mataram Dikeroyok Saat Melerai Perkelahian di Restoran Siap Saji

Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan usia keduanya yang masih sangat belia sehingga masih membutuhkan bimbingan dan pengawasan dari keluarga serta lingkungan sekitar.

Kapolsek Lingsar, Iptu Herwin Jonathan Nababan, saat dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi prioritas dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

“Dalam kasus yang melibatkan anak, kami lebih mengedepankan langkah pembinaan. Anak-anak ini masih bisa diarahkan melalui peran keluarga dan lingkungan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Herwin.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak, terutama pada malam hari. Pengawasan tersebut dinilai dapat mencegah anak-anak terjerumus dalam perilaku yang berisiko.

Menurutnya, sinergi antara keluarga, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi kunci penting dalam menjaga lingkungan tetap kondusif sekaligus melindungi anak-anak dari dampak negatif pergaulan bebas.

Baca Juga :  Diduga Pengedar Sabu, Seorang Pria Diamankan di Parkiran Hotel

“Kami juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya ketika berada di luar rumah pada malam hari,” katanya.

Setelah melalui proses dialog dan kesepakatan bersama antara kedua keluarga, situasi di desa tersebut kembali kondusif. Warga pun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mengawasi tumbuh kembang anak, terutama di era pergaulan yang semakin terbuka saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *