BisnisEkonomiHukrim

Lapas Lombok Barat Beri Narapidana Buku Tabungan dari Hasil Kerja

×

Lapas Lombok Barat Beri Narapidana Buku Tabungan dari Hasil Kerja

Sebarkan artikel ini
Lapas Lombok Barat Beri Narapidana Buku Tabungan dari Hasil Kerja

Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Lapas Kelas IIA Lombok Barat mulai menerapkan pola pembinaan yang lebih produktif bagi warga binaan. Tak hanya diberi pelatihan kerja, para narapidana yang aktif mengikuti program kemandirian kini menerima premi hasil kerja mereka dalam bentuk buku tabungan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan warga binaan agar memiliki modal awal dan keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat setelah bebas menjalani hukuman.

Premi tersebut diberikan kepada warga binaan yang terlibat dalam sejumlah unit kerja di dalam lapas, mulai dari pertanian, kerajinan cukli, batik, meuble, laundry hingga barbershop. Program ini dinilai menjadi salah satu bentuk pembinaan yang lebih konkret dibanding sekadar aktivitas pengisi waktu selama masa pidana.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Lombok Barat, Irfan Diansyah, mengatakan premi yang diberikan berasal dari hasil produktivitas warga binaan selama mengikuti kegiatan kerja.

Baca Juga :  Harga Cabai di Lombok Tengah Melonjak Drastis: Tembus Rp 200 Ribu per Kilogram

“Premi ini kami berikan dalam bentuk buku tabungan agar nantinya bisa menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka bisa memanfaatkan hasil kerja tersebut untuk kebutuhan awal ataupun memulai usaha kecil setelah bebas nanti,” ujar Irfan, Jumat (8/5).

Menurutnya, pola pembinaan kerja di dalam lapas saat ini diarahkan untuk membentuk kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kemampuan kerja warga binaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan tidak kembali terjerumus dalam tindak pidana setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Sejumlah bidang pelatihan yang dijalankan juga disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang usaha yang mudah diterapkan di masyarakat. Unit pertanian misalnya, terus dikembangkan melalui pemanfaatan lahan produktif di area lapas. Sementara sektor kerajinan dan jasa diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan praktis yang bisa langsung digunakan sebagai sumber penghasilan.

Baca Juga :  The Nusa Dua Kembali Menjadi Tuan Rumah Dua Event Bergengsi: Joyland Festival Bali 2024 dan 12th Asia Pacific Breast Cancer Summit

Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa pemberian premi bukan sekadar penghargaan atas hasil kerja warga binaan, tetapi bagian dari proses pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian ekonomi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat kerja, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri warga binaan. Kami berharap keterampilan yang mereka dapatkan selama di dalam lapas dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya,” kata Fadli.

Ia menilai stigma negatif terhadap mantan narapidana masih menjadi tantangan besar ketika mereka kembali ke lingkungan sosial. Karena itu, pembinaan berbasis keterampilan dianggap penting agar warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk mandiri dan diterima masyarakat.

Baca Juga :  Pemilik Homestay Bantah Terlibat dalam Kasus Agus

Program pembinaan kemandirian di Lapas Lombok Barat sendiri terus diperluas dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam berbagai kegiatan produktif. Selain menjadi sarana pelatihan kerja, aktivitas tersebut juga diarahkan sebagai proses reintegrasi sosial agar warga binaan mampu beradaptasi kembali setelah menyelesaikan masa hukuman.

Dengan sistem premi dan tabungan itu, Lapas Lombok Barat mencoba menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih nyata: memberi kesempatan kedua melalui keterampilan dan hasil kerja yang dapat dibawa pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *