BisnisEkonomiKesehatan

Lelang Amal MotoGP 2025 Salurkan Rp72 Juta, ITDC Genjot Pencegahan Stunting di Mandalika

×

Lelang Amal MotoGP 2025 Salurkan Rp72 Juta, ITDC Genjot Pencegahan Stunting di Mandalika

Sebarkan artikel ini
Lelang Amal MotoGP 2025 Salurkan Rp72 Juta, ITDC Genjot Pencegahan Stunting di Mandalika

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com– InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada warga Desa Rembitan, Lombok Tengah, dari dana lelang amal MotoGP 2025. Program ini menyasar balita dengan berat badan kurang (underweight) dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK), melalui pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin.

Penyaluran bantuan dilakukan pada awal April 2026 dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar kawasan The Mandalika. Dana yang digunakan berasal dari lelang barang bertanda tangan pembalap MotoGP dalam rangkaian MotoGP 2025, dengan total nilai mencapai Rp 72.523.800.

Dana tersebut kemudian dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp 36.261.900, sebelum disalurkan kepada masyarakat. ITDC memfokuskan bantuan di Desa Rembitan, sementara MGPA mengarahkan program serupa ke wilayah lain di sekitar Sirkuit Mandalika.

Baca Juga :  Stok Beras NTB Aman! Bulog Serap Gabah Petani Melebihi Ekspektasi

Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha, mengatakan program ini tidak sekadar bantuan jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujar Nurhadi dalam keterangan tertulis.

Sebanyak 10 balita dengan kondisi underweight dan 5 ibu hamil dengan status KEK menjadi penerima manfaat program ini. ITDC merancang intervensi gizi tersebut secara berkelanjutan, yakni selama 56 hari untuk balita dan 120 hari untuk ibu hamil.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan pengukuran kondisi penerima manfaat secara berkala setiap minggu guna memastikan efektivitas intervensi.

Baca Juga :  Inflasi NTB Masih Terkendali di Angka 2,74 Persen Pada November 2025

Data awal menunjukkan adanya respons positif dari program tersebut. Berdasarkan hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua April 2026, terjadi peningkatan berat badan pada kelompok ibu hamil KEK. Rata-rata berat badan mereka naik dari 44,24 kilogram pada awal pengukuran menjadi 44,98 kilogram pada minggu pertama, lalu meningkat lagi menjadi 45,26 kilogram pada minggu kedua.

Tren serupa juga terjadi pada kelompok balita. Rata-rata berat badan balita meningkat dari 7,72 kilogram pada kondisi awal menjadi 7,95 kilogram pada minggu pertama, dan kembali naik menjadi 8,1 kilogram pada minggu kedua. Meski tinggi badan masih relatif stabil, peningkatan berat badan ini menjadi indikator awal perbaikan status gizi.

Baca Juga :  100 Hari Kerja, BAZNAS NTB Himpun Rp18,3 Miliar ZIS dan Salurkan Beragam Program Sosial

Pengamat kesehatan masyarakat menilai intervensi berbasis PMT yang dilakukan secara konsisten memang berpotensi memberikan dampak signifikan, terutama jika dibarengi dengan edukasi gizi dan pemantauan rutin.

Nurhadi menegaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk tidak hanya mengembangkan kawasan pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

“ITDC terus berkomitmen menghadirkan program yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan di sekitar kawasan,” katanya.

Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara sektor pariwisata dan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting di daerah penyangga destinasi wisata nasional seperti Mandalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *