Mataram– Pengendara sepeda motor perlu meningkatkan kewaspadaan saat menembus kemacetan. Kebiasaan menyelip di antara kendaraan yang bergerak lambat atau berhenti dapat memicu kecelakaan jika pengendara tidak memperhitungkan jarak, ruang gerak, dan potensi bahaya di sekitarnya.
Astra Motor NTB mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip safety riding ketika menghadapi kepadatan lalu lintas. Pengendara tidak cukup hanya mencari celah untuk melintas, tetapi juga harus memastikan memiliki ruang untuk bereaksi apabila muncul situasi darurat.
Di jalan yang padat, celah di antara mobil sering terlihat cukup lebar untuk dilewati sepeda motor. Namun, kondisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu. Pintu mobil yang terbuka mendadak, pejalan kaki yang menyeberang, hingga kendaraan yang berpindah jalur dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, pengendara perlu mengutamakan keselamatan daripada mengejar waktu perjalanan.
Lima hal yang perlu diperhatikan saat naik motor di tengah kemacetan
1. Pastikan ruang untuk melintas cukup
Pengendara harus menilai lebar celah sebelum melewati kendaraan lain. Jangan memaksakan diri jika ruang terlalu sempit atau kondisi di depan belum terlihat jelas. Kesalahan memperkirakan jarak dapat menyebabkan motor bersenggolan dengan kendaraan di samping.
2. Waspadai pintu mobil yang terbuka
Mobil yang berhenti atau parkir berpotensi menimbulkan bahaya ketika pengemudi maupun penumpangnya membuka pintu. Pengendara motor sebaiknya menjaga jarak samping dan mengurangi kecepatan saat melintasi kendaraan tersebut.
3. Perhatikan seluruh kondisi sekitar
Jangan hanya terpaku pada kendaraan di depan. Pengendara perlu mengamati pergerakan kendaraan di samping, pejalan kaki, serta akses keluar-masuk bangunan. Pemeriksaan spion dan kondisi sekitar juga membantu pengendara mengantisipasi perubahan situasi.
4. Jaga jarak dan siapkan pengereman
Jarak yang cukup memberikan waktu untuk merespons ketika kendaraan di depan mengerem mendadak. Hindari mengikuti kendaraan terlalu rapat dan gunakan rem secara halus sesuai kebutuhan. Pengendara juga harus menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
5. Utamakan keselamatan daripada kecepatan
Mengejar waktu bukan alasan untuk mengambil risiko. Jika celah tidak aman, pengendara sebaiknya menunggu sampai tersedia ruang yang memadai. Kesabaran membantu mengurangi potensi konflik dengan pengguna jalan lainnya.
Astra Motor NTB tekankan pentingnya kewaspadaan
Pesan keselamatan tersebut sejalan dengan edukasi safety riding yang mengajak pengendara membangun kebiasaan berkendara secara aman, sabar, dan peduli terhadap pengguna jalan lain.
Satria Wiman Jaya mengingatkan bahwa kemampuan membaca potensi bahaya menjadi bagian penting dalam berkendara, terutama ketika lalu lintas padat.
“Berkendara aman bukan tentang seberapa cepat kita melewati kemacetan, tetapi seberapa baik kita membaca potensi bahaya sebelum mengambil keputusan. Jangan hanya mencari celah untuk lewat, tetapi pastikan juga tersedia ruang untuk bereaksi jika sesuatu terjadi,” pesan Satria Wiman Jaya.
Melalui edukasi ini, Astra Motor NTB mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kemacetan sebagai alasan berkendara secara agresif. Pengendara perlu menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, serta menghormati ruang gerak pengguna jalan lainnya.
Prinsip “Jago Cari Aman Biar Happy” menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap perjalanan.
Pada akhirnya, perjalanan yang baik bukan sekadar perjalanan yang cepat, melainkan perjalanan yang aman hingga sampai ke tujuan.












